Langsung ke konten utama
Penyebaran Logic Bomb
Penyebaran Logic Bomb
Latar Belakang
Logic bomb adalah kode jahat yang menunggu kondisi tertentu untuk menjalankan aksi yang merusak.
- Donald Burleson adalah mantan programmer di UBS Paine Webber yang dituduh menanam logic bomb di 2.000 komputer perusahaan setelah mengundurkan diri pada tahun 2002.
- Logic bomb tersebut akan menghapus semua file di komputer perusahaan pada tanggal tertentu, kecuali dia memasukkan password khusus. Dia bermaksud untuk menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan dan menawarkan jasanya untuk memperbaiki masalah.
- Namun, logic bomb tersebut terdeteksi oleh staf IT perusahaan sebelum tanggal yang ditentukan. Burleson ditangkap oleh FBI dan didakwa dengan tuduhan penyerangan komputer. Dia menghadapi hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda $250.000.
- Logic bomb yang ditamam oleh Burleson bisa menyebabkan kerugian sebesar 20% dari aset total perusahaan, jika berhasil menghapus semua file di 2.000 komputer, dan setiap komputer berisi data senilai $10.000.
Penyebab Donald Burleson melakukan Logic Bomb
- Dia tidak puas dengan bonus yang diterimanya dari UBS Paine Webber, perusahaan keuangan tempat dia bekerja sebagai programmer
- Dia mengundurkan diri pada tahun 2002 dan menanam logic bomb di 2.000 komputer perusahaan sebagai bentuk balas dendam dan harapan untuk mendapatkan pekerjaan kembali
Cara mencegah Logic Bomb
Menetapkan security policy berkaitan dengan malicious code, seperti virus, trojan horse, ransomware, dan logic bomb.
- Menginstall dan menjalankan software antivirus dan anti-malware yang dapat mendeteksi dan menghapus logic bomb sebelum mereka aktif
- Melakukan pengecekan semua file dan lampiran email yang terinfeksi, dan berhati-hati terhadap semua file yang didownload lewat internet atau media tambahan.
- Menggunakan host based Intrusion Detection System (IDS) untuk memonitor aktivitas mencurigakan pada perangkat penting
- Mengupdate software secara reguler untuk menutup celah keamanan dan melindungi jaringan.
- Mengikuti pengumuman yang dikeluarkan vendor-vendor antivirus dan organisasi penelitian keamanan siber, seperti Secunia dan CERT.
- Menggunakan software yang memitigasi insiden malware, seperti firewall, encryption, dan backup.
- Membuat prosedur pelaporan insiden yang disebabkan malicious code, dan melibatkan incident handler yang profesional.C
Cara Menangani Logic Bomb
- Mengidentifikasi dan mengisolasi komputer yang terinfeksi logic bomb, dan memutuskan koneksi jaringannya.
- Menggunakan software antivirus dan anti-malware yang dapat mendeteksi dan menghapus logic bomb, atau mengembalikan file yang terhapus.
- Melakukan backup data secara rutin dan menyimpannya di lokasi yang aman dan terpisah dari jaringan utama.
- Melaporkan insiden logic bomb kepada pihak yang berwenang, seperti polisi atau badan keamanan siber, dan bekerja sama dengan mereka untuk menemukan pelaku.
- Mengevaluasi dan meningkatkan keamanan jaringan, seperti mengubah password, memperbarui software, dan mengedukasi pengguna
Kesimpulan
- Logic bomb adalah kode jahat yang menunggu kondisi tertentu untuk menjalankan aksi yang merusak, seperti menghapus data atau menghancurkan sistem.
- Donald Burleson adalah mantan programmer di UBS Paine Webber yang tidak puas dengan bonusnya dan menanam logic bomb di 2.000 komputer perusahaan sebagai bentuk balas dendam dan harapan untuk mendapatkan pekerjaan kembali.
- Logic bomb tersebut akan menghapus semua file di komputer perusahaan pada tanggal tertentu, kecuali dia memasukkan password khusus, dan bisa menyebabkan kerugian sebesar 20% dari aset total perusahaan.
- Namun, logic bomb tersebut terdeteksi oleh staf IT perusahaan sebelum tanggal yang ditentukan. Burleson ditangkap oleh FBI dan didakwa dengan tuduhan penyerangan komputer. Dia menghadapi hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda $250.000.
Saran
- Untuk mencegah dan menangani logic bomb, perlu dilakukan langkah-langkah keamanan, seperti menggunakan software antivirus dan anti-malware, melakukan backup data, melaporkan insiden, dan mengedukasi pengguna.
- Perusahaan harus menetapkan kebijakan keamanan yang ketat dan mengawasi aktivitas karyawan yang mencurigakan, terutama yang memiliki akses ke sistem penting atau data sensitif.
- Pihak berwenang harus meningkatkan kerjasama dan koordinasi dalam memberantas kejahatan siber, serta memberikan sanksi yang tegas bagi pelakunya.
Komentar
Posting Komentar